Ayo, Matikan Lampu Yang Tak Perlu!
Jangan lupa matikan lampu dan peralatan elektronik lainnya yang tidak digunakan pada hari Sabtu, 28 Maret 2009, dari jam 20.30 sampai 21.30. Himbauan ini saya sampaikan dalam rangka kampanye perubahan iklim global. Siapapun Anda, sebagai individu, pelaku bisnis, dan pengendali pemerintahan, mari selama 1 jam kita dukungan upaya penanggulangan perubahan iklim.
Himbauan saya ini sebenarnya adalah bagian dari kampanye Earth Hour. Kampanye Earth Hour awalnya dilakukan oleh kolaborasi WWF-Australia, Fairfax Media, dan Leo Burnett di Sydney, Australia. Tujuannya mengurangi gas rumah kaca sebanyak 5% di tahun 2007. Hasilnya, gerakan itu mendapat dukungan dari 2,2 juta penduduk Sidney. Tahun berikutnya, 2008, Earth Hour menjadi kampanye global dengan jumlah partisipan 50 juta orang dari 370 kota di 35 negara.
Tahun ini targetnya menjangkau 1 miliar orang di 1.000 kota di dunia. Alhamdulillah, per 17 Maret 2009, telah terdaftar 1.539 kota di 80 negara. Jadi, jangan sampai Anda bukan salah satu dari mereka. Angka 1 miliar orang tentu sangat berarti karena itu 1/6 populasi dunia. Dengan dukungan sebesar itu, tentu akan bisa “memaksa” para pemimpin dunia untuk segera mengambil kebijakan penanggulangan ancaman perubahan iklim yang sedang mendera bumi, tempat kita hidup. Kita berharap dengan kebijakan yang pro bumi, perubahan iklim bisa teratasi secara signifikan di masa mendatang.
Alhamdulillah, tahun ini Indonesia turut mengambil bagian dalam Earth Hour. Kegiatannya difokuskan di Jakarta. Kenapa? Kita tahu, konsumsi listrik di Indonesia masih terkonsentrasi di Jawa, yakni sekitar 77% dari konsumsi nasional. Itu data yang saya dapat untuk tahun 2007. Dan konsumsi listrik wilayah DKI Jakarta dan Tangerang sebesar 23% dari total konsumsi nasional atau 27.929 GWh dengan komposisi 34% sektor rumah tangga (sebagian besar di DKI Jakarta), 30% sektor industri (sebagian besar di Tangerang), dan 29% sektor bisnis (sebagian besar di DKI Jakarta). Pemakaian listrik sebesar itu menghasilkan 24,89 juta ton gas CO2. Ini dihitung berdasarkan data DJLPE tahun 2004-2006 tentang emisi CO2 yang dihasilkan dari produksi listrik: 0,891 ton CO2/MWh.
Karena itu, dengan mematikan lampu di DKI Jakarta dan sekitarnya selama 1 jam, akan menghemat 10% dari konsumsi listrik rata-rata per jamnya. Angka itu akan setara dengan 300 MW dan cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik yang mampu mengaliri listrik ke 900 desa; juga dapat mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta; serta mengurangi emisi CO2 sekitar 284 ton, menyelamatkan lebih dari 284 pohon, dan menghasilkan oksigen untuk lebih dari 568 orang.
Kita berharap gerakan Earth Hour yang kita lakukan bersama dengan masyarakat global, bukan hanya menyadarkan kita semua tentang emisi kenyataan bahwa pembangkit listrik berbahan bakar fosil menghasilkan gas karbon dioksida dan berdampak pada perubahan iklim, juga mengingatkan masyarakat Indonesia pada ketimpangan konsumsi listrik yang masih terkonsentrasi di Jawa, khususnya kota Jakarta. Setidaknya, gerakan ini bisa merangsang perubahan perilaku kita dalam mengkonsumsi listrik dan memunculkan kesadaran untuk mencari potensi sumber energi berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan energi.
Jika kita peduli dengan bumi tempat kita hidup, kita bisa mengajak orang-orang di sekitar kita untuk mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sedang dipergunakan. Dengan pembiasaan seperti itu, kita akan dapat menurunkan emisi karbon dioksida dan tentu saja tagihan bulanan PLN pun ikut turun.
Kita berharap langkah kecil kita yang hanya satu jam di tanggal 28 Maret 2009 dan diulang-ulang setiap tahun, 5 tahun mendatang akan terjadi perubahan gaya hidup hemat energi di Jakarta dan memicu perubahan yang sama di kota-kota besar lain, rumah-rumah di Jakarta dibangun dengan disain hemat energi dan ramah lingkungan, dan Indonesia mulai mengembangkan sumber energi bersih yang potensial dan murah.
Pada jam 20.30-21.30 di hari Sabtu, 28 Maret 2009, di rumah Anda bisa matikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sedang dipergunakan, matikan peralatan elektronik yang masih dalam kondisi stand-by, dan menggunakan lampu hemat energi.
Ketika mau pulang kantor pada hari Jumat, 27 Maret 2009, Anda bisa matikan lampu, komputer dan monitor, termasuk AC. Bila hari Sabtu, 28 Maret 2009, masuk kantor, matikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sedang dipakai. Ajak rekan sekerja melakukan hal yang sama.
Tentu, Earth Hour bukan pemadaman listrik total. Ini hanya gerakan mematikan lampu dan peralatan elektronik secara sukarela, serta tidak akan menghasilkan perubahan dramatis. Kita hanya berharap terjadi pengurangan konsumsi energi secara gradual terhitung sehari sebelum Earth Hour. Dan itu ditandai dengan perubahan visual dari terlihat di ikon-ikon besar yang menggunakan banyak lampu saat dimatikan.
Jadi, pastikan Anda salah satu yang ikut mematikan lampu yang tidak diperlukan di Sabtu malam, jam 20.30-21.30, tanggal 28 Maret 2009. Jari Anda menekan tombol off, pertanda Anda peduli dengan masa depan bumi tempat kita melangsungkan hidup.
Tags: alat, CO2, earth, elektronik, gas, hour, iklim, jakarta, lampu, lingkungan, listrik, mati, oksigen, perubahan, ramah, wwf










