DPR Prihatin Atas Peningkatan Kecelakaan Mudik, APBN 2012 Harus Pro Angkutan Masal
Jakarta (1/9)- Anggota Komisi DPR RI, Kemal Azis Stamboel prihatin dengan peningkatan kecelakaan pemudik yang meningkat drastis tahun ini. “Kita tentu sangat prihatin dengan kondisi ini. Mereka berharap bisa berbagi kebahagiaan di kampung halaman, tetapi malah berakhir duka. Pemerintah harus melakukan pembenahan serius. Hal ini harus dimulai dari perombakan politik anggaran 2012 yang sudah mulai dibahas agar lebih berpihak pada pengembangan angkutan masal yang murah dan aman untuk rakyat”, paparnya.
Sebagaimana diketahui berdasarkan data National Traffic Management Center Polri (31/8), pada mudik tahun ini telah terjadi 2.770 kecelakaan dengan 449 korban tewas. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2010 kecelakaan sebanyak 927 dengan 182 korban tewas. Sedangkan Posko Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan sebelumnya (30/8) menyatakan jumlah kecelakaan selama mudik tahun 2011 meningkat sekitar 198 persen dari setahun sebelumnya. Total kejadian kecelakaan 2.217 dengan korban jiwa 345 orang. Pada 2010 tercatat 743 peristiwa kecelakaan dengan korban tewas 144 jiwa.
“Peningkatan angka kecelakaan yang sangat tinggi ini harus dievaluasi secara serius. Terlebih jumlah korban jiwa yang meningkat 247 persen dan sebagian besar korban adalah mereka yang berusia produktif. Kita kehilangan banyak aset produktif bangsa yang sangat penting untuk pembangunan, dan mereka menjadi tulang punggung serta harapan ekonomi keluarga. Kita sangat menyayangkan hal ini”, tandasnya.
Kemal menilai bahwa meningkatnya angka kecelakaan dan korban jiwa selama mudik ini terutama disebabkan oleh kurangnya transportasi masal yang murah dan terjangkau serta masih buruknya infrastruktur. Hal ini menurutnya terlihat dari korban kecelakaan yang 86 persen didominasi oleh pemudik bersepeda motor. Kecelakan pemudik bersepeda motor tahun 2011 ini mencapai 2.371, naik 147 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.616 kecelakaan.
“Mereka memaksakan naik sepeda motor untuk jarak yang sangat jauh sehingga kelelahan. Hal ini karena keterbatasan kapasitas angkutan masal seperti kereta api yang terjangkau dan lebih murah. Kita harus segera menambah kapasitas kereta api nasional yang mampu mengangkut orang, barang dan bahkan kendaraan dalam jumlah besar dan murah. Track ganda lintas Jawa, Bali dan Indonesia Timur harus menjadi prioritas untuk segera diselesaikan. Bahkan kedepan bisa dikembangkan yang dapat menghubungkan Jawa-Sumatera dan Luar Jawa lainnya. Untuk itu fokus pembangunan infrastruktur transportasi baik dalam RKP dan RAPBN 2012 maupun dalam MP3EI yang sangat berorientasi pada jalan dan kendaraan pribadi harus dirombak”, tegasnya.
Anggota Komisi XI dari FPKS ini meminta pemerintah memperlihatkan affirmative action terhadap angkutan publik masal yaitu dengan menaikkan alokasi anggaran 2012 untuk penyelenggaraan transportasi perkeretaapian dan transportasi laut dari semula Rp 8,8 triliun dan Rp 6,9 triliun menjadi minimal 60% dari total anggaran transportasi atau sekitar Rp 30 triliun. Kemal menilai bahwa alokasi dalam RAPBN 2012 dimana program penyelenggaraan jalan sebesar Rp 30,5 triliun atau hampir 60% dari total belanja sektor transportasi yang sebesar Rp 50,7 triliun, masih menunjukkan lemahnya keberpihakan terhadap transportasi masal.
“Fokus pembangunan infrastruktur pada jalan tol khususnya di Jawa adalah bertentangan dengan upaya menekan jumlah subsidi BBM, tidak ramah lingkungan, dan memicu alih fungsi lahan pertanian produktif secara masif sehingga juga berpotensi menggagalkan program ketahanan pangan. Kereta Api yang jauh lebih hemat energi dan ramah lingkungan, perlu ditingkatkan kapasitasnya secara progresif, baik dengan double track bahkan kalau perlu triple track. Sehingga armada kereta api untuk mengangkut orang, barang, dan kendaraan juga bisa ditingkatkan dengan skala ekonomis yang tinggi sehingga biayanya akan sangat murah. Tentu kalau ini bisa dilakukan, banyak pemudik yang akan memilih alternatif ini. Dan kita tahu Kerata Api adalah moda yang relatif paling aman untuk mudik saat ini. Dengan demikian korban jiwa dan materi akibat kecelakaan mudik bisa ditekan secara drastis”, pungkasnya.










